Paleleh
1.sejarah kecamatan paleleh
a.asal usul nama paleleh
Menurut
beberapa sumber dari tetua yang ada di kecamatan paleleh, penamaan kecamatan
ini diambil dari nama beras dalam bahasa buol yaitu “pare”. menurut kisah di
kecamatan ini pernah terjadi panen raya namun daerah ini belum mempunyai nama
sehingga mereka setuju untuk memberi nama daerah tersebut dengan
pareleh/paleleh yang berarti tempat panen beras. Namun sampai sekarang untuk
pembuktian asal usul nama paleleh masih menjadi tanda tanya bagi para sejarawan
kabupaten buol.
b. sejarah penjajahan
menurut salah seorang sumber paleleh merupakan
ibukota kabupaten buol pada zaman penjajahan belanda. Hal ini pula dapat
dibuktikan dengan terdapatnya rumah-rumah belanda yang ada di paleleh. Bahkan
menurut sumber yang sama paleleh merupakan tempat berlabuhnya para pemuda buol
yang menghadiri sumpah pemuda pada tahun 1928. Sehingga itu jika dilakukan
penelitian dari seluruh kecamatan yang ada di kabupaten buol palelehlah yang
paling fasih dalam penggunaan bahasa indonesia.
2. paleleh secara umum
Paleleh merupakan daerah perbatasan provinsi
sulawesi tengah dan provinsi gorontalo. Paleleh saat ini memiliki 12 desa yaitu
·
Desa lintidu
·
Desa dopalak
·
Desa paleleh
·
Desa tolau
·
Desa dutuno
·
Desa kwalabesar
·
Desa baturata
·
Desa talaki
·
Desa lilito
·
Desa pionoto
·
Desa molangato
·
Desa umu
Pada tahun 2016 ini
paleleh dipimpin oleh bapak nirwan k.oli’i yang merupakan mantan camat
kecamatan paleleh barat. Dewasa ini paleleh sudah banyak mengalami perkembangan
dalam hal pembangunan dari semua segi kehidupan seperti
politik,ekonomi,sosial-budaya,dan hukum. Sehingga tahun 2016 ini dapat
dikatakan sebagai tahun emas bagi paleleh. Mata pencaharian masyarakat paleleh
didominasi oleh petani,penambang dan nelayan.
Paleleh juga merupakan
daerah dengan sumber daya alam yang melimpah.dari sektor laut sampai dengan
sektor pertambangan. Paleleh dapat dikatan sebagai daerah paling potensial di
kecamatan paleleh.
3. budaya kecamatan paleleh
Meskipun paleleh terdiri dari banyak suku bangsa,
paleleh masih memegang teguh budaya dari suku masing-masing. paleleh masih
memegang teguh kearifan lokal dikarenakan kesadaran masyarakatnya yang saling
tolerir satu sama lain.
Contoh-contoh budaya yang masih dijalankan oleh
masyarakat paleleh yaitu:
· Tundui
togo > yaitu budaya pemasangan lampu 3 hari sebelum hari raya idul fitri
· Koyondigi > yaitu malam bapaci “dalam istilah
orang buol”
· Cabut
rambut > adalah metode pengobatan traditisional orang buol
Dan
masih banyak lagi budaya-budaya yang dijalankan di kecamatan paleleh
4. wisata kecamatan paleleh
Paleleh di dominasi oleh objek wisata bahari
dikarenakan sebagian besar wilayah di paleleh adalah daerah pesisir. Namun
setiap objek wisata memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda.
Selanjutnya penulis akan memaparkan beberapa objek
wisata yang ada di kecamatan paleleh sebagai berikut:
·
Pasir panjang desa lintidu
Objek wisata ini memiliki ciri
yaitu pasir putih yang membentang sangat panjang dari desa lintidu sampai desa
dopalak.
·
Pulau lesman
Pulau ini merupakan pulau yang
memiliki nilai sejarah dikarenakan pulau ini adalah tempat tinggal mantan
pemimpin belanda yaitu J lesman. Pulau ini juga memiliki keindahan yang dapat
dikatakan sangat baik dari wisata bahari sampai dengan gunungnya.
·
Batu layar
Batu ini menurut masyarakat sekitar
merupakan layar perahu belanda yang kandas di daerah itu. Batu ini merupakan
tempat yang pas untuk melakukan banyak hal yang berkaitan dengan laut. Batu ini
sempat dijadikan tempat upacara 17-an tahun 2016
dan inilah gambaran wilayah kami
sekian dari saya